Kamis, 03 November 2011

Penyakit Bisu disembuhkan

Seorang Bapak yang ditemui di Rumah sakit Elim, biasa disapa Pak Jama, usia 35 tahun, berasal dari dusun Pasang Piongan. Saat ditemui team doa SEHATI, keluarga Pak Jama yang menemaninya di rumah sakit menceritakan bahwa Pak Jama tiba-tiba terserang penyakit yang aneh, tiba-tiba lemas dan menjadi bisu, tidak dapat berbicara. Ditambahkannya bahwa mereka sudah dirawat di rumah sakit selama 5 malam, namun hasil medic tidak menunjukkan adanya perubahan.
Lalu team doa SEHATI meminta izin kepada pihak keluarganya untuk mendoakan Pak Jama, dan keluarganya mempersilahkan. Kemudian team mengarahkan Bapak ini untuk berdoa meminta ampun jika ada sesuatu yang diingatkan Tuhan untuk dibereskan. Ketika baru memulai doa Pak Jama ini langsung menangis terisak-isak hingga berdoa selesai. Setelah itu, team doa SEHATI yang saat itu hanya terdiri tiga personil saja (Pak Pong Datu, Yuli dan Libna) melayani pasien-pasien lainnya dalam bangsal yang sama. Selesai semua pasien didoakan, team bermaksud hendak pulang, tiba-tiba Pak Jama ini langsung bangun dan duduk di tempat tidur pasien dan berbicara dalam bahasa Toraja (“Bapak tinggal di mana?”). Sontak saja semua orang yang di bangsal tersebut menjadi heran dan takjub, orang yang bisu itu langsung bisa berbicara. Kiranya Yesus Tuhan mengampuni dosa-dosanya dan menyembuhkannya. Terpujilah Tuhan Yesus selama-lamanya, Amin!
Mujizat masih terjadi untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa Tuhan itu benar-benar ada!

Disembuhkan dari Kerasukan
Di hari yang sama, pertemuan dengan Pak Jama sebenarnya bukan kebetulan, semua merupakan rencana dan jalannya Tuhan. bermula dengan Lia, siswi SMEA Negeri Rantepao, yang berasal dari Parandangan Buntu Pepasan. Sering pingsan dan tuli tiba-tiba. Menurut keterangan keluarganya ada dukun dari dusun asalnya mengatakan bahwa Lia ini ditampar oleh setan, akibatnya dia menjadi pusing. Saat pingsan di sekolah, teman-temannya (Yuli dan Libna) membawanya ke Rumah sakit Elim, dan langsung diboyong ke ruang UGD, sehingga membuat team harus menunggu beberapa lama yang akhirnya terpaksa meminta izin untuk melayani gadis ini di ruang UGD kepada dokter jaga karena ruang UGD dikunci oleh petugas medis dan diberikan izin.
Singkat ceritanya, setelah didoakan memerangi roh kebisuan, tuli dan sakit kepala, saat itu juga Lia ini sembuh dan sehat kembali, sehingga tidak jadi dirawat di rumah sakit, dan langsung keluar di hari itu juga, luar biasa, Terpuji Nama Tuhan Yesus.
Lia dan mamanya sempat ketemu kami juga di warung makan di pasar bolu, dan saya meminta transfer foto Pak Jama yang kebetulan difoto menggunakan handphone Lia ini oleh Libna. Dan Mama Richard sempat mengajak mereka ke persekutuan doa sore itu (Senin,31 Oktober 2011), namun mamanya Lia lebih pilih pulang ke kampungnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar